KRITIK EKOTEOLOGI TERHADAP EKSPLOITASI ALAM DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR
Main Article Content
Abstract
Sastra berperan penting dalam menyoroti relasi manusia dengan lingkungan, khususnya melalui kritik terhadap praktik eksploitasi alam. Kajian ini dilatarbelakangi pandangan bahwa kerusakan alam tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan krisis moral, sosial, dan spiritual manusia. Penelitian ini bertujuan mengungkap kritik ekoteologi terhadap praktik eksploitasi alam dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat dengan membaca novel secara cermat dan berulang, kemudian mencatat narasi dan dialog yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan kritik ekoteologi melalui tahap reduksi data, penyajian data tematik, dan penarikan kesimpulan untuk menafsirkan kritik terhadap eksploitasi alam serta relasi manusia, alam, dan Tuhan. Data penelitian berupa dialog dan narasi dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur yang merepresentasikan kritik ekoteologi terhadap eksploitasi alam. Hasil penelitian menemukan 10 data utama yang menunjukkan berbagai bentuk degradasi lingkungan, seperti pencemaran pesisir, penelantaran lahan pertanian, alih fungsi ekosistem, eksploitasi hutan, serta menurunnya hasil panen. Perspektif ekoteologi menafsirkan kondisi ini sebagai kegagalan manusia menjalankan amanah sebagai penjaga ciptaan Tuhan. Novel ini tidak hanya merepresentasikan penderitaan ekologis Aceh, tetapi juga menyampaikan refleksi etis dan teologis mengenai pentingnya memulihkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai ketuhanan.
Article Details
References
Akullah, S. O. (2021). Theology and ecological degradation in Africa: An Igwebuike perspective. In I. A. Kanu (Ed.), African eco-theology: Meaning, forms and expressions, 21–50. The Association for the Promotion of African Studies.
Anggraeni, N. (2024). Analisis Struktur Naratif dalam Novel Fiksi Ilmiah Abad ke-21 Perubahan Genre dan Norma-norma Sastra. Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.69688/simataniari.v1i1.19
Faizah, D. A. (2024). Representasi Alam dan Lingkungan pada Cerita Jagapati Bumi sebagai Media Edukasi Ekologis bagi Remaja. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 433–450. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17248
Faruq, U., & Ambarwati, A. (2025). Ekokritik dalam Puisi-Puisi Madura Modern Semerbak Mayang Karya D. Zawawi Imron. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 233–249. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21740
Febrianti, T. H. (2025). Ekoteologi di Tengah Krisis Global: Mencari Harapan dalam Keimanan dan Alam. AKADEMIKA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 24(2), 128–146. https://doi.org/https://doi.org/10.31385/jakad.v24i2.120
Fuadi, H., & Firdaus, D. (2025). Tauhid sebagai Landasan Kesadaran Lingkungan dalam Perspektif Islam. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendekiawan Nusantara, 2(5), 9531–9544. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/5404
Garrard, G. (2014). The Oxford Handbook of Ecocriticism. New York: Oxford University Press.
Hariati, P. (2025). Pengantar Ekolinguistik: Menyatukan Bahasa dan Alam. Payakumbuh: Serasi Media Teknologi.
Hartono, B., Massaguni, M., & Furqan, A. (2025). Analisis Ekokritik Kumpulan Puisi berjudul Krisis Ekologi: Bumi yang Merintih karya Budi Hartono. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(3), 1472–1485. https://doi.org/https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i3.1647
Hasnia, Sakka, A. R., & Kara, A. (2025). Eco-Theology dalam Perspektif Hadis Relevansinya terhadap Etika dan Hukum Lingkungan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6). https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2746
Hawthorn, J. (2023). Studying the Novel. New York: Bloomsbury Academic.
Hessel, D., & Rasmussen, L. L. (2001). Earth Habitat: Eco-Injustice and the Church’s Response. Fortress Press.
Nasarudin, Bur, E. Y., Meisuri, Pattiasina, P. J., Septriani, Panjaitan, M. M. J., Jakob, J. C., & Nurdiani, S. (2025). Bahasa, Alam, dan Kesadaran Ekologis. Sumatra Barat: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.
Ningrum, A. C., & Tazqiyah, I. (2024). Peran Bahasa dalam Komunikasi Lintas Budaya: Memahani Nilai dan Tradisi yang Berbeda. Jurnal Selasar KPI : Referensi Media Komunikasi Dan Dakwah, 4(2), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.33507/selasar.v4i2.2575
Nuryanti, D., Umamy, E., Winarsih, A. R., Ulinsa, Efendi, R., Suarniti, G. A. M. R., Susanti, R., Astuti, C. W., Abni, S. R. N., & Harisah, S. (2025). Bahasa dan Sastra dalam Krisis Iklim: Perspektif Ekokritik Indonesia. Bali: Intelektual Manifes Media.
Pangihutan, P., & Jura, D. (2022). Ecotheology and Analysis of Christian Education in Overcoming Ecological Problems. International Journal of Science and Society, 5(1), 13–27. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v5i1.621
Putri, A. F., Nida, N., Nugraha, R. M., Nurhidayat, A., Pamungkas, R., & Haqiqi, M. J. Al. (2024). Hubungan Manusia dan Alam dalam Qasīdat Syajarat Az-Zaytūn Ath-Thānīyah karya Mahmoud Darwish (Kajian Ekokritik Sastra Lawrence Buell). Dirasa Islamiyya: Journal of Islamic Studies, 4(1), 92–108. https://doi.org/https://doi.org/10.63548/dijis.v4i1.135
Saputro, Y. K., Sutejo, & Suprayitno, E. (2021). Citraan dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(1), 29-36. https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/JBS/article/view/86
Suawi, I. A. (2025). Environmental Narratives and Representations: A Review. Ghana Journal of Development Studies, 22(1), 138–151. https://doi.org/https://doi.org/10.4314/gjds.v22i1.6
Sumule, L. (2024). Melampaui Antropocentrism: Ekoteologi dan Etika Lingkungan dalam Dialog, Sebuah Pendekatan Interdisipliner untuk Keberlanjutan dan Keadilan Ekologis. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 8(2), 166–178. https://doi.org/https://doi.org/10.37368/ja.v8i2.625
Umam, K., Ridlo, U., & Alek. (2025). Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra. Journal of Literature Review, 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.63822/g1zdpy64
Viktor, R., F. X. E. A., & Adon, M. J. (2024). Krisis Harmoni Antara Manusia dan Alam: Pendekatan Filosofis terhadap Tantangan Ekologi Modernitas. JURNAL REINHA, 15(2), 106–118. https://doi.org/https://doi.org/10.56358/ejr.v15i2.361
Wajiran. (2024). Buku Ajar Teori Sastra. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
White, L. (1967). The Historical Roots of Our Ecologic Crisis. Science, 155.
Wibowo, G., Akin, G. G., & Dian, M. B. (2024). Pengantar Metode Kualitatif dalam Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen. Sumedang: Mega Press Nusantara.
Yuniani, H., Indarsih, M., Astuti, F. D., & Bakiyah, H. (2023). Revitalisasi Etika Komunikasi Media Sosial dalam Membangun Budaya Indonesia yang Luhur dan Beradab. Jurnal Public Relations, 4(1), 23–30. https://doi.org/https://doi.org/10.31294/jpr.v4i1.1957
Zulfikar, A. Y. (2025). Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Internalisasi Kesadaran Ramah Lingkungan sebagai Bagian dari Ibadah di Dayah Fathul Ainiyah Al-Aziziyah. Journal Islamic Education and Law, 1(2), 75-83. https://doi.org/10.66155/258nmy84