Plant Therapy Sebagai Resiliensi Stres Bagi Pasien Covid-19

Main Article Content

Shinta Ath-Thariq Apriari
Mohammad Salehudin

Abstract

Such significant changes due to the emergence of Covid-19 can have an impact on increasing stress levels for Covid-19 patients undergoing isolation. Isolation that limits space for movement and coupled with difficulty in adapting creates pressure that leads to stress for Covid-19 patients. Resilience is present as a shield in the face of stress during isolation by utilizing plant therapy media (plant therapy). Plant therapy has a number of psychological and physical benefits as well as ecological sustainability. This study uses a qualitative method through a descriptive approach. The data collection technique for this research was through telephone interviews, WhatsApp chat and google forms with long answers for Covid-19 patients undergoing isolation. The analysis used in this study is the analysis of Miles & Huberman. This study aims to determine the benefits of plant therapy (plant therapy) as a tool that forms the resilience of Covid-19 patients in dealing with stress during isolation. It is hoped that this research can contribute to developing stress resilience and also maintaining ecological sustainability.


 


Abstrak:


Perubahan signifikan akibat munculnya Covid-19 tersebut dapat berdampak pada meningkatnya tingkat stres pasien Covid-19 yang menjalani isolasi. Isolasi yang membatasi ruang gerak dan ditambah dengan kesulitan beradaptasi menciptakan tekanan yang berujung pada stres bagi pasien Covid-19. Resiliensi hadir sebagai tameng dalam menghadapi stres selama isolasi dengan memanfaatkan media terapi tanaman (plant therapy). Terapi tanaman memiliki sejumlah manfaat psikologis dan fisik serta keberlanjutan ekologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini adalah melalui wawancara telepon, chat WhatsApp dan google form dengan jawaban panjang untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Miles & Huberman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat terapi tanaman (plant therapy) sebagai alat pembentuk ketahanan pasien Covid-19 dalam menghadapi stres selama isolasi. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi dalam mengembangkan ketahanan terhadap stres dan juga menjaga kelestarian ekologi.

Article Details

Section
Articles

References

Anggito, Albi, and Johan Setiawan. Metode Penelitian Kualitatif. Edited by Ella Deffi Lestari. Cetakan Pe. Sukabumi: CV. Jejak, 2018.
Ardiyanto, Asep, Veryliana Purnamasari, Sukamto Sukamto, and Ekasari Setianingsih. “Analisis Perilaku Hidup Bersih Dan Status Kebugaran Jasmani Di Era Pandemi Covid-19 Dosen PGSD.” Jendela Olahraga 5, no. 2 (2020): 131–40. https://doi.org/10.26877/jo.v5i2.6216.
Azzahra, Fatimah. “Pengaruh Resiliensi Terhadap Distres Psikologis Pada Mahasiswa.” Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan 5, no. 1 (2017).
Covid-19, Satuan Tugas Penanganan. “Karantina Dan Isolasi Bentuk Pengendalian COVID-19 Akibat Ancaman Eksternal Dan Internal.” covid19.go.id, 2022. https://covid19.go.id/artikel/2022/02/04/karantina-dan-isolasi-bentuk-pengendalian-covid-19-akibat-ancaman-eksternal-dan-internal.
———. “Peta Sebaran.” covid19.go.id, 2022. https://covid19.go.id/peta-sebaran.
Davies, Peter D.O. “Multi-Drug Resistant Tuberculosis.” CPD Infection 3, no. 1 (2002): 9–12.
Djimantoro, Michael Isnaeni, and Yolanda Demetrius. “Penggunaan Tanaman Hias Untuk Meningkatkan Fasilitas Terapi Anak.” ComTech:Computer, Mathematics and Engineering Applications 5, no. 1 (2014): 75–84.
Fitriah, Nurul, Elfarisna Elfarisna, Dessy Iriani Putri, Sukrianto Sukrianto, Naswandi Nur, Puspita Dini Kurnia Vitasari, and Dini Kismawati. “Pengenalan Aktivitas Berkebun Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Perkembangan Kognitif (Pengenalan Sains) Pada Anak.” Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ 1, no. 1 (2021): 1–6.
Ramadhanty, Razdkanya. “Jangan Diabaikan, Ini 5 Gejala Awal Terinfeksi Omicron.” DetikHealth. 2022. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5941042/jangan-diabaikan-ini-5-gejala-awal-terinfeksi-omicron.
Rohmah, Umi. “Resiliensi Dan Sabar Sebagai Respon Pertahanan Psikologis Dalam Menghadapi Post Traumatic.” Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 6, no. 2 (2012): 312–30. https://doi.org/10.15575/idajhs.v6i2.348.
Sahputri, Ade Herawati. “Stress Masyarakat Di Masa Pandemi.” Jurnal Psiko 1, no. 1 (2019): 22–34.
Tri Atmojo, Joko, Dewi Arradini, Aris Widiyanto, and Aquartuti Tri Darmayanti. “Resusitasi Jantung Paru Di Era Pandemi Covid-19.” Journal.Stikeskendal.Ac.Id 12, no. 3 (2020): 355–62.
Tri Sulastri, and Muhammad Jufri. “Resiliensi Di Masa Pandemi: Peran Efikasi Diri Dan Persepsi Ancaman Covid-19.” Jurnal Penelitian Psikologi 12, no. 1 (2021): 25–32. https://doi.org/10.29080/jpp.v12i1.531.
Undang Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Wilayah. “Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Wilayah.” National Standardization Agency of Indonesia, 2018, 31–34.
Wahyuni, R, Khojir, Mohammad Salehudin, and ... “Pembelajaran Berbasis Multimedia (Tinjauan Perencanaan Dan Pengorganisasian Pada Manajemen Kinerja Guru).” Edusaintek: Jurnal Pendidikan, Sains, Dan Teknologi 8, no. 2 (2021): 172–98.
Wahyuningsih, Hepi. “Religiusitas, Spiritualitas, Dan Kesehatan Mental: Meta Analisis.” Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi 13, no. 25 (2008). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol13.iss25.art6.
Weir, Kirsten. “Natured by Nature.” Monitor on Psychology 51, no. 3 (2020).
Widyawati. “Lebih Banyak Pasien COVID-19 Isoman, Pemerintah Tingkatkan Layanan Telemedisin.” Rokom. Jakarta, April 2022. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220210/1239293/lebih-banyak-pasien-covid-19-isoman-pemerintah-tingkatkan-layanan-telemedisin/.