Politics at the Fingertips, Trust at the Horns: Institutional Trust Deficit and Generation Z's Digital Political Culture in Local Election in Singaraja City
DOI:
https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v7i1.6232Keywords:
Digital Political Culture, Trust Deficit, Generation Z, Local ElectionAbstract
Studi ini mengkaji fenomena defisit kepercayaan institusional dan budaya politik digital Generasi Z dalam konteks pemilihan lokal di Kota Singaraja, yang merepresentasikan transformasi mendalam lanskap politik karena teknologi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan institusional Generasi Z di Kota Singaraja, menganalisis pengaruh budaya politik digital terhadap sikap dan keyakinan politik mereka, dan mengidentifikasi implikasi temuan untuk strategi sosialisasi politik dan kampanye digital yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian data dianalisis menggunakan model analisis kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap politik digital secara signifikan memengaruhi persepsi kepercayaan Generasi Z. Kepercayaan institusional Generasi Z sangat dipengaruhi oleh dinamika digital, menuntut pendekatan "Tata Kelola Hibrida" (Hybrid Governance) dan "Responsivitas Autentik" (Authentic Responsiveness) dari lembaga-lembaga politik untuk memastikan partisipasi yang bermakna dan konsolidasi demokrasi yang berkelanjutan.
Kata kunci: Budaya Politik Digital, Defisit Kepercayaan, Generasi Z, Pemilihan Lokal.
