EKSISTENSI HAK WARIS ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PATRILINEAL BALI: ANTARA NORMA DAN REALITAS

Penulis

  • Putu Purnama Dewi
  • Komang Febriyanti Dantes
  • Ni Ketut Sari Adnyani

Abstrak

Dominasi laki-laki sebagai ahli waris utama dan penerus garis keturunan dalam sistem kekerabatan patrilineal Bali kerap membatasi akses perempuan terhadap harta peninggalan keluarga. Kajian ini mengevaluasi eksistensi hak waris anak perempuan serta menelisik disparitas antara norma hukum adat dengan implementasi sosialnya di lapangan. Melalui metode penelitian hukum normatif yang bersandar pada pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan hukum adat, data dihimpun dari berbagai literatur serta regulasi terkait. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan, jurnal, buku, serta karya ilmiah yang relevan dengan hukum waris adat Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan terhadap hak waris anak perempuan mulai berkembang, terutama setelah Keputusan Pesamuhan Agung III MUDP Bali Tahun 2010 yang memberikan ruang bagi perempuan untuk memperoleh bagian warisan tertentu. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa kuatnya budaya patriarki, dominasi keluarga laki-laki, perbedaan awig-awig desa adat, serta rendahnya keberanian perempuan untuk menuntut haknya. Dengan demikian, eksistensi hak waris anak perempuan dalam sistem patrilineal Bali masih berada di antara perkembangan norma hukum adat dan realitas sosial yang belum sepenuhnya mencerminkan kesetaraan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31

Terbitan

Bagian

Articles