DAMPAK TRADISI METUAKAN SEBAGAI SARANA INTEGRASI SOSIAL PERILAKU MASYARAKAT

Penulis

  • Komang Elit Arya Cahyaning
  • Komang Febrinayanti Dantes
  • I Wayan Empu Guana Pura

Abstrak

Tradisi metuakan adalah bagian dari budaya lokal masyarakat Bali yang masih eksis sampai sekarang, terutama di kawasan Karangasem serta beberapa desa lainnya. Kegiatan ini terkait dengan momen berkumpul sambil menikmati minuman tradisional seperti tuak atau arak dalam suasana keakraban. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tradisi metuakan sebagai alat integrasi sosial dalam perilaku masyarakat. Metodologi yang diterapkan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, meliputi analisis dari berbagai jurnal, artikel penelitian, dan sumber-sumber pustaka yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi metuakan berdampak positif dalam memperkuat hubungan sosial, meningkatkan solidaritas, memperbaiki komunikasi antarsesama, dan berfungsi sebagai media pelestarian budaya lokal. Namun, tradisi ini juga dapat berimplikasi negatif jika dilakukan secara berlebihan, seperti risiko gangguan kesehatan dan konflik sosial terkait konsumsi alkohol secara tidak terkendali. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan sosial serta kesadaran dari masyarakat agar tradisi metuakan tetap berlangsung sebagai bagian dari budaya yang menonjolkan nilai kebersamaan dan integrasi sosial.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01