MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DIGITAL BAGI PEMUSTAKA

Authors

  • IN. Sutrisna Jaya Universitas Pendidikan Ganesha

Keywords:

akses teknologi, budaya literasi, kompetensi digital, layanan perpustakaan digital, ,literasi digital, minat baca digital

Abstract

Abstrak

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap pola akses, pengelolaan, dan pemanfaatan informasi di lingkungan pendidikan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi kini bertransformasi menjadi pusat literasi digital yang menyediakan berbagai layanan berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan akademik pemustaka. Kajian pustaka ini bertujuan menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi pembangunan budaya literasi digital pemustaka, meliputi kompetensi digital, minat baca digital, akses teknologi, dan dukungan perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi digital merupakan faktor paling dominan karena berperan langsung dalam kemampuan pemustaka menelusur, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara kritis dan etis. Minat baca digital juga berkontribusi signifikan dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan, sementara akses teknologi menjadi prasyarat dasar namun tidak menjamin terbentuknya literasi digital tanpa dukungan kompetensi dan motivasi yang memadai. Selain itu, dukungan perpustakaan melalui layanan digital, program literasi digital, peran pustakawan sebagai fasilitator, serta kampanye literasi digital berperan besar dalam membangun ekosistem literasi digital yang inklusif dan produktif. Kajian ini menegaskan bahwa budaya literasi digital hanya dapat berkembang melalui sinergi antara kemampuan individu, kemudahan akses teknologi, serta layanan perpustakaan yang inovatif dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perpustakaan perguruan tinggi dalam merancang strategi penguatan literasi digital yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan pemustaka di era digital.

 

Kata kunci: akses teknologi, budaya literasi, kompetensi digital, layanan perpustakaan digital, literasi digital dan minat baca digital

 

 

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the patterns of access, management, and utilization of information in higher education. University libraries are now transforming into digital literacy centers that provide various technology-based services to support the academic needs of users. This literature review aims to analyze the main factors influencing the development of a digital literacy culture among users, including digital competence, digital reading interest, technology access, and library support. The results of the study indicate that digital competence is the most dominant factor because it plays a direct role in the ability of users to search, evaluate, and utilize digital information critically and ethically. Digital reading interest also contributes significantly to forming sustainable literacy habits, while technology access is a basic prerequisite but does not guarantee the formation of digital literacy without adequate competence and motivation. In addition, library support through digital services, digital literacy programs, the role of librarians as facilitators, and digital literacy campaigns play a significant role in building an inclusive and productive digital literacy ecosystem. This study emphasizes that a digital literacy culture can only develop through the synergy between individual abilities, easy access to technology, and innovative and sustainable library services. These findings are expected to serve as a foundation for university libraries in designing digital literacy strengthening strategies that are more effective and adaptive to the needs of library users in the digital era.

 

Keywords : digital competence, digital library services, digital literacy, digital reading interest, literacy culture and technology access

References

Daftar Pustaka

Adyanti, A. M., Fitria, A. R., & Rachman, I. F. (2024). Pengembangan kurikulum berorientasi literasi digital: Upaya menuju masa depan berkelanjutan. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 1(3), 385–393.

Anjali, M. E. C., & Istiqomah, Z. (2020). Meningkatkan literasi informasi penulisan karya ilmiah mahasiswa melalui pelatihan Zotero. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(2), 198–210. https://doi.org/10.22146/bip.v16i2.104

Belshaw, D. (2012). The essential elements of digital literacies. EdTechFrontier.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley.

Hardianty, S., Muliardi, R., Maulinda, I., Gunawan, N., Islam, M. P., & Syariah, P. (2024). Penguatan peran profesi pustakawan dalam meningkatkan literasi masyarakat. Jurnal …, 5(2), 1608–1617.

Hobbs, R. (2017). Create to learn: Introduction to digital literacy. Wiley.

Jayanthi, R., & Dinaseviani, A. (2022). Kesenjangan digital dan solusi yang diterapkan di Indonesia selama pandemi COVID-19. Jurnal IPTEKKOM, 24(2), 187–200. https://doi.org/10.17933/iptekkom.24.2.2022.187-200

Jenkins, H., Ito, M., & boyd, d. (2016). Participatory culture in a networked era. Polity Press.

Komalasari, Y., Yiharodiyah, L., & Kristiawan, M. (2023). Digital transformation: Building a literacy bridge for the Zoomers generation through digital library needs analysis. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 4(4), 700–709. https://doi.org/10.46843/jiecr.v4i4.1015

Lankshear, C., & Knobel, M. (2015). Digital literacies: Concepts, policies and practices (2nd ed.). Peter Lang.

Mansyur, U. (2019). Gempusta: Upaya meningkatkan minat baca. Prosiding ...

Martin, A. (2018). Digital literacy: Theories and frameworks revisited. Journal of Digital Learning, 12(1), 45–56.

Nasrullah, R., Aditya, W., Satya, T. I., Nento, M. N., Hanifah, N., Miftahussururi, & Akbari, Q. S. (2017). Materi pendukung literasi digital. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.

Putri, N. M., Listiawati, W., & Rachman, I. F. (2024). Pengaruh literasi digital terhadap pemberdayaan masyarakat dalam konteks SDGs 2030. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 1(3), 349–360. https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3.1208

Putu, D. A., & Lestari, A. (2023). Penerapan perpustakaan digital di perguruan tinggi: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(2), 112–125.

Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools: Nine elements all students should know (3rd ed.). ISTE.

Safitri, D., Aulia, N. N., & Wijaya, R. V. (2023). Pemanfaatan teknologi informasi dalam memenuhi kebutuhan sumber informasi dan pembelajaran. Journal of Strategic Communication, 15, 13.

Setiawan, R., & Sunarto, W. (2020). Pengaruh penggunaan teknologi informasi dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa. Jurnal Pendidikan Teknologi, 8(1), 55–65.

Siagian, H. (2021). Perpustakaan digital sebagai pusat pembelajaran era industri 4.0. Jurnal Kajian Informasi, 5(2), 89–100.

UNESCO. (2018). Digital skills for life and work. UNESCO Publishing.

Wahyuni, S. (2015). Menumbuhkembangkan minat baca menuju masyarakat literat. Diksi, 16(2), 179–189. https://doi.org/10.21831/diksi.v16i2.6617

Waruwu, E. W., & Lawalata, M. (2024). Membangun masyarakat digital yang beretika: Mengintegrasikan nilai-nilai Kristen di era teknologi digital 5.0. Didache: Journal of Christian Education, 5(1), 22–46. https://doi.org/10.46445/djce.v5i1.747

Wijatiningsih, D., & Zulaikha, S. R. (2020). Kualitas kepemimpinan bagi masa depan perpustakaan umum. TADWIN: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 1(2), 120–127. https://doi.org/10.19109/tadwin.v1i2.6051

Williams, C., & Nicholas, D. (2022). User experience in academic digital libraries: A systematic review. Journal of Academic Librarianship, 48(3), 1–12.

Zhang, L., & Zhu, Y. (2021). Digital literacy and higher education students: Skills, challenges, and opportunities. Education and Information Technologies, 26(4), 4567–4583.

Downloads

Published

2025-12-29