PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN BERLANDASKAN FILOSOFIS KEARIFAN LOKAL BALI “CATUR PARAMITA”

Authors

  • K. Witarini UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Keywords:

kepemimpinan transformasional, keunggulan kompetitif, tranformasi digital

Abstract

Abstrak

Kualitas pelayanan perpustakaan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pemustaka serta ketepatan dan kecepatan dalam memberikan layanan. Pelayanan jasa berbasis kearifan lokal di Bali mengacu pada penyediaan layanan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan tradisi Bali dalam praktik sehari-hari. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam pelayanan jasa, khususnya Bali tidak hanya melestarikan warisan budayanya, tetapi juga menciptakan model pelayanan yang lebih berkelanjutan, inovatif, inklusif, dan berpusat pada masyarakat. Salah satu bentuk kaerifan lokal Bali adalah konsep Catur Paramita. Catur Paramita terdiri atas empat macam tuntunan sikap utama yang perlu dimiliki oleh semua manusia dalam berinteraksi dengan seluruh makhluk hidup. Sikap-sikap ini adalah Maitri (persahabatan/kasih sayang), Karuna (belas kasihan), Mudita (simpati), dan Upeksa (keseimbangan/ketenangan). Implementasi konsep Catur Paramita dalam pelayanan perpustakaan oleh pustakawan secara maksimal diharapkan akan dapat meningkatkan layanan perpustakaan.

Kata-kata kunci: kepemimpinan transformasional, keunggulan kompetitif, tranformasi digital

 

Abstract

 

The quality of library services is centered on meeting the needs and desires of users, as well as ensuring accuracy and speed in service delivery. Local wisdom-based services in Bali refer to the provision of services that integrate Balinese cultural values ​​and traditions into daily practices. By integrating local wisdom into services, Bali, in particular, not only preserves its cultural heritage but also creates a more sustainable, innovative, inclusive, and community-centered service model. One form of Balinese local wisdom is the concept of Catur Paramita. Catur Paramita consists of four main behavioral guidelines that all humans should possess in interacting with all living things. These attitudes are Maitri (friendship/compassion), Karuna (compassion), Mudita (sympathy), and Upeksa (balance/tranquility). Maximizing the implementation of the Catur Paramita concept in library services by librarians is expected to improve library services.

 

Keywords: library services, Balinese local wisdom, Catur Paramita

References

Hs., Lasa. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan . Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Indonesia, 2009. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jakarta: Kemendikbud.

Istiana, Purwani. 2014. Layanan Perpustakaan. Yogyakarta: Ombak

Samiadi, teguh dan I Wayan Sumerta, 2019. Artikel “Implementasi Ajaran Catur Paramitha Dalam Kehidupan Sehari-Hari Umat Hindu” dalam Jurnal Pendidikan Agama, Volume 12, Nomor 2, 01 September 2022, hlm 1- 14

Widhi Adnyana, I Dewa Ngakan Putu, 2022. Skripsi “Analisis Kualitas Pelayanan Receptionist Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Kepuasan Tamu Di The St. Regis Bali Resort” Badung : Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Jurusan Pariwisata. Politeknik Negeri Bali

Downloads

Published

2026-06-29