Bahasa Inggris Bahasa Inggris
Bahasa Inggris
DOI:
https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v7i2.6044Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana film Dua Garis Biru dapat dioptimalkan sebagai media pendidikan seks untuk membentuk karakter jujur pada remaja. Kurangnya pengetahuan tentang seksualitas membuat remaja rentan terhadap perilaku berisiko seperti hubungan seksual pranikah dan pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mata pelajaran siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dua Garis Biru mampu menarik minat mahasiswa, memberikan pemahaman baru tentang risiko perilaku seksual, dan menanamkan nilai kejujuran melalui konflik cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Diskusi setelah pemutaran mendorong siswa untuk memiliki keberanian untuk mengungkapkan pikiran mereka dan memahami pentingnya kejujuran. Dengan demikian, optimalisasi media film dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mendukung pendidikan karakter dan pendidikan seks di sekolah.
