KONSTRUKSI IDENTITAS KEWARGANEGARAAN MULTIKULTURAL MELALUI INTERAKSI LINTAS ETNIS: KERANGKA KONSEPTUAL BERBASIS FALSAFAH HUMA BETANG
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v8i2.8441Abstract
Keragaman etnis menuntut identitas kewarganegaraan yang mengakui perbedaan, dan perguruan tinggi merupakan ruang perjumpaan lintas etnis yang intensif bagi generasi muda. Falsafah Huma Betang kerap dirujuk sebagai sumber nilai kebersamaan di Kalimantan Tengah, tetapi hubungannya dengan interaksi lintas etnis dan identitas kewarganegaraan multikultural mahasiswa belum dirumuskan secara konseptual. Artikel ini menyusun kerangka tersebut melalui telaah naratif integratif terarah dengan pengodean tematik dan triangulasi antarjenis bukti. Sintesis menghasilkan tiga proposisi: penghayatan nilai Huma Betang diperkirakan meningkatkan kualitas interaksi lintas etnis (P1); kualitas interaksi diperkirakan memperkuat identitas kewarganegaraan multikultural yang tetap mengakui identitas etnis (P2); dan dukungan kelembagaan diperkirakan memperkuat hubungan tersebut (P3). Huma Betang ditempatkan sebagai ruang dialog lintas tradisi, bukan norma satu etnis yang harus diadopsi kelompok lain. Kerangka ini memberi kontribusi teoretis bagi Pendidikan Kewarganegaraan dan masih memerlukan pengujian empiris pada mahasiswa Kalimantan Tengah.




1.png)




