THE TRANSFORMATION OF THE BUNTILAN TRADITION AS ETHNOPEDAGOGY IN STRENGTHENING THE CIVIC DISPOSITION OF YOUNG PEOPLE IN SELAT TRADITIONAL VILLAGE, KARANGASEM
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v8i2.8447Abstract
Penelitian ini bertujuan menelaah (1) perubahan status formal Tradisi Buntilan dalam rangkaian Ngusaba Dimel di Desa Adat Selat, Karangasem, (2) mekanisme etnopedagogi yang terdokumentasi di dalamnya, dan (3) indikasi keterkaitannya dengan civic disposition generasi muda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis dokumen terhadap 29 dokumen: dua dokumen penetapan Warisan Budaya Tak Benda (sertifikat tahun 2019 dan catatan data kebudayaan), delapan transkrip wawancara beserta dokumentasi foto lapangan dari penelitian pendahuluan penulis sebagai teks kebudayaan lokal, dan 19 sumber ilmiah yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertulis. Data dikodekan secara deduktif dengan kerangka civic disposition (karakter privat dan publik) serta teori fungsional Talcott Parsons, dianalisis secara interaktif, dan diuji melalui triangulasi sumber teori serta pemeriksaan keaslian dokumen. Hasil menunjukkan bahwa sertifikat tahun 2019 menetapkan Usaba Dimel, yang memuat Buntilan, sebagai Warisan Budaya Tak Benda; tahapan Buntilan dapat dipetakan pada empat fungsi Parsons; dan dokumen memuat indikasi nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan musyawarah pada pemuda, di samping tekanan modernisasi. Karena tidak ada pengukuran hasil belajar, temuan ini bersifat indikatif dan belum membuktikan dampak.




1.png)




