KORELASI ANTARA PEMAHAMAN KEARIFAN LOKAL SAD KERTIH DAN SIKAP KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS PADA GENERASI MUDA HINDU DI BULELENG
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v8i2.8449Abstract
Krisis ekologis di Bali menuntut kehadiran warga negara yang memikul tanggung jawab ekologis tanpa menunggu pengawasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pemahaman kearifan lokal Sad Kertih dan tingkat sikap kewarganegaraan ekologis, sekaligus menguji keeratan hubungan keduanya pada generasi muda Hindu di Kabupaten Buleleng. Pendekatan kuantitatif berdesain korelasional bersifat ex post facto diterapkan pada 385 anggota sekaa teruna teruni berusia 18 sampai 30 tahun yang dijaring dengan quota sampling berbasis kecamatan melalui pengisian Google Form secara langsung pada kegiatan sekaa. Pemahaman Sad Kertih diukur dengan tes objektif 48 butir dengan koefisien KR-20 sebesar 0,838, sedangkan sikap kewarganegaraan ekologis diukur dengan skala Likert 36 butir dengan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,924. Data dianalisis dengan korelasi Product Moment Pearson setelah uji normalitas dan uji linearitas terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang positif dan signifikan antara pemahaman Sad Kertih dan sikap kewarganegaraan ekologis dengan koefisien 0,523 pada taraf signifikansi kurang dari 0,001 (interval kepercayaan 95% 0,446 sampai 0,592) dan koefisien determinasi sebesar 27,4 persen, yang menggambarkan varians bersama kedua variabel tanpa menyiratkan pengaruh kausal. Secara deskriptif, pemahaman Sad Kertih berada pada kategori tinggi, sedangkan sikap kewarganegaraan ekologis berada pada kategori sedang menurut norma masing-masing instrumen. Seluruh dimensi Sad Kertih berkorelasi positif dengan sikap, dengan dimensi Atma Kertih paling dikuasai dan Jagat Kertih paling lemah. Temuan ini menyarankan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis Sad Kertih yang memadukan penguatan pemahaman dengan pembinaan ranah afektif.




1.png)




