TINGKAT KECENDERUNGAN PERILAKU EKSTREMISME BERBASIS AKTIVITAS DIGITAL DI KALANGAN MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6118Kata Kunci:
ekstremisme, digital, MahasiswaAbstrak
Ekstremisme di kalangan mahasiswa bisa berdampak sangat serius. Tidak hanya dapat merusak citra dan reputasi institusi pendidikan, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan sosial yang lebih luas. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh mahasiswa dapat menciptakan ketakutan, merusak hubungan antar kelompok di masyarakat, dan memperburuk ketegangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perilaku ekstremis di kalangan mahasiswa melalui media sosial; 2) mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mendorong atau mengurangi kecenderungan perilaku ekstremisme melalui medial sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Secara keseluruhan tingkat kecenderungan perilaku ekstremisme berbasis digital di kalangan mahasiswa dapat dikategorikantinggi , karena frekuensi terbanyak responden (35,10%) berada pada kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih cukup rentan terhadap paparan konten ekstremisme di ruang digita: 2) Kecenderungan ekstremisme berbasis digital pada mahasiswa lebih banyak terletak pada level ideologis dan sikap (loyalitas, pembenaran kekerasan, dan penolakan keberagaman) dibandingkan pada level tindakan nyata (akses, keterlibatan komunitas, maupun kesiapan bertindak ekstrem). Dengan kata lain, mahasiswa berada pada fase kerentanan ideologis yang memerlukan perhatian serius melalui program literasi digital, penguatan pemahaman kebangsaan, serta pembelajaran toleransi untuk mencegah berkembangnya sikap ideologis tersebut menjadi perilaku ekstrem yang konkret.




1.png)




