PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DAN KETAHANAN MASYARAKAT MELALUI TRADISI MAGEBEG – GEBEGAN : KAJIAN KEARIFAN LOKAL DESA TUKADMUNGGA DALAM MENJAGA HARMONI SOSIAL DAN WARISAN PERADABAN BALI
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6207Kata Kunci:
Magebeg -Gebegan, Kearifan Lokal, Ketahanan MasyarakatAbstrak
Tradisi Magebeg Gebegan di Desa Tukadmungga merupakan kearifan lokal yang secara signifikan memperkuat identitas budaya dan ketahanan masyarakat di tengah perkembangan modern. Studi ini mengungkap bagaimana adat budaya ini membantu menjaga keharmonisan sosial dan melestarikan nilai-nilai peradaban Bali secara berkelanjutan. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif. Wawancara mendalam dengan tokoh adat dan warga setempat, observasi aktif selama upacara Magebeg Gebegan, dan telaah dokumen budaya lokal digunakan. Analisis data kualitatif dilakukan untuk menentukan makna simbolis dan fungsi sosial tradisi tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa Magebeg Gebegan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga cara untuk meningkatkan solidaritas sosial, mendorong kerja sama masyarakat, dan mewariskan nilai-nilai leluhur kepada generasi berikutnya. Tradisi membantu melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kohesi sosial. Magebeg Gebegan sangat penting untuk mempertahankan budaya Bali di tingkat desa. Di tengah tantangan globalisasi, melestarikan tradisi ini memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial berbasis kearifan lokal dan ketahanan budaya.




1.png)




