Perubahan Struktur Tenaga Kerja Indonesia Akibat Penerapan Artificial Intelligence dalam Konteks Budaya Kerja Masyarakat Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6210Kata Kunci:
Artificial Intelligence, Budaya Kerja, Tenaga Kerja IndonesiaAbstrak
Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap struktur tenaga kerja, termasuk di Indonesia. Studi ini menganalisis implikasi implementasi AI terhadap perubahan struktur tenaga kerja nasional dan transformasi nilai-nilai budaya kerja tradisional seperti nilai keluarga, loyalitas, dan hierarki. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan literatur akademik dari lima tahun terakhir. Studi ini mencakup pergeseran peran kerja, perubahan nilai-nilai budaya organisasi, dan respons adaptif dari masyarakat dan lembaga terhadap digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI meningkatkan efisiensi dan produktivitas, otomatisasi tugas-tugas rutin terutama di sektor manufaktur dan layanan pelanggan dapat mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja konvensional dan mendorong permintaan akan kompetensi baru seperti literasi digital, analisis data, kreativitas, dan kecerdasan emosional. Oleh karena itu, kolaborasi adaptif antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk merumuskan kebijakan pelatihan inklusif dan strategi adaptasi budaya organisasi guna mendukung kesiapan tenaga kerja nasional dalam menghadapi transformasi digital secara adil dan berkelanjutan.




1.png)




