Merekonstruksi Merekonstruksi Nilai Toleransi Dalam Ruang Privat Politik: Kajian Fenomena Perundungan Rumah Di Kalangan Anggota DPR-RI Indonesia.
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6073Kata Kunci:
Nilai Toleransi, Ruang Privat Politik, Etika Pancasila, Relasi Kekuasaan, Perundungan Rumah, DPR-RIAbstrak
Penelitian ini mengkaji rekonstruksi nilai toleransi dalam ruang privat politik melalui fenomena perundungan rumah di kalangan anggota DPR-RI sebagai cerminan krisis moral dan kemerosotan etika publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian kepustakaan yang bersifat analitis dan interpretatif, penelitian ini memadukan teori kekuasaan Michel Foucault, teori habitus Pierre Bourdieu, dan etika Pancasila untuk menyingkap bagaimana relasi dominatif di ruang publik menjalar ke ranah domestik dan menormalisasi perilaku otoriter di kalangan elite politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan rumah bukanlah persoalan individual, melainkan produk dari reproduksi kekuasaan struktural dan lemahnya internalisasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, rekonstruksi nilai toleransi menuntut reformasi etika politik yang humanis dan akuntabel melalui pendidikan moral-politik reflektif, pembenahan kelembagaan etika DPR-RI, serta penguatan kontrol sosial masyarakat sipil demi menegakkan budaya politik yang berkeadaban, egaliter, dan selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila.




1.png)




