NGUSABA MELAMPUAN AS A REPRESENTATION OF REALITY IN THE SACREDNESS OF BALI AGA TRADITION IN BAYUNG GEDE TRADITIONAL VILLAGE
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6214Kata Kunci:
Ngusaba Melampuan, Bali Aga, Bayung Gede, Tradisi Adat, TradisiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ritual Ngusaba Melampuan sebagai warisan budaya masyarakat Bali Aga di Desa Tradisional Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yang memiliki nilai-nilai keagamaan dan sosial yang kuat serta berperan dalam menjaga identitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen yang diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dan literatur terkait. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngusaba Melampuan memiliki makna simbolis yang erat kaitannya dengan keyakinan Hindu Bali Aga, memperkuat solidaritas sosial, dan menjadi sarana pewarisan nilai-nilai leluhur. Pelaksanaan ritual ini dilakukan secara turun-temurun dengan prosedur adat yang ketat, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan upacara, hingga penutupan, yang semuanya mencerminkan keterikatan komunitas terhadap tradisi. Kesimpulannya, Ngusaba Melampuan memainkan peran penting dalam menjaga warisan budaya dan identitas komunitas Bayung Gede di tengah tantangan modernisasi, serta berkontribusi pada studi sosiokultural terkait tradisi lokal dan keberlanjutan budaya.
Translated with DeepL.com (free version)




1.png)




