Harmoni dalam Keberagaman: Internalisasi Nilai Memenjor dan Ngelawar dalam Perayaan Natal sebagai Perekat Identitas Masyarakat Multikultur di Desa Blimbingsari, Jembrana
DOI:
https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6116Kata Kunci:
Internalisasi Nilai, Memenjor, Ngelawar, Pancasila, MultikulturAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menggali proses internalisasi nilai-nilai budaya lokal Bali melalui tradisi Memenjor dan Ngelawar dalam perayaan Natal di komunitas Kristen Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi deskriptif kualitatif untuk memahami dinamika sosial dan budaya yang muncul dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan pemeriksaan anggota (member check). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Memenjor dan Ngelawar tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai Pancasila, penguatan persatuan, serta pengokohan identitas budaya dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan karakter dan nasionalisme, serta merekomendasikan studi lanjutan terhadap praktik serupa di komunitas lain yang memiliki latar budaya beragam.




1.png)




